maknyuss

maknyuss

goes to borobudur

goes to borobudur
Powered By Blogger

Senin, 24 Agustus 2009

Zina Terindah

Zina Terindah.
Pemilu 08 Juli 2009, jam 14. 22 WIB
Hari ini seluruh penjuru wilayah NKRI rakyat idonesia melaksanakan pemilu pemilihan presiden langsung untuk yang kedua kalinya. Aku tidak ikut serta dalam pemilu ini karena status pekerjaan yang mengharuskan untuk netral terhadap semua pasangan capres dan cawapres. Meskipun jujur aku memiliki penilaian dan rasa simpati terhadap salah satunya. Tapi bukan itu yang jadi pokok utama dalam mimpiku ini.
Pulang kerja aku capek dan langsung mandi mengguyur dengan kesegaran air dan mewangikan tubuh dengan gosokan busa sabun mandi. Ganti baju santai sedikit kusemprot parfum ketubuh sedikit banyak memberikan efek rileks pada tubuh. Aku rebahan di tempat tidur sambil kunyalakan televisi melihat berita pemilu di hamper semua saluran TV kecuali beberapa stasiun yang masih menayangkan acara penyemayaman Mega star Dunia Michael Jackson.
Aku tersadar dalam bangun dan kudapati diriku berada dalam ruangan berukuran 4 x 3 meter dengan warna cerah kekuningan di hiasi tirai renda berwarna merah. Rupanya aku berada dalam ruangan yang menurutku seperti ruang operator studio televis, karena beberapa barang yang ada di dalamnya kuanggap sebagai alat elektronik penyiaran. Aku duduk di tepi tempat tidur medium dengan seprai berwarna putih.
Disampingku duduk wanita cantik yang mungkin anda sudah kenal dengan baik karena wajahnya seing menghiasi siaran televise sebagai announcer handal. Dialah Rahma Sarita dengan balutan blazer berwarna gading menutup baju dalam berenda menampakkan keanggunan. Aku tau sekali dia rahma sarita karena sebelum di TV one dia di Metro TV. Jujur dari sekian banyak wanita aku sedikit terobsesi dengan para penyiar televise cantik, karena kekgumanku berbasis bahwa selain cantik mereka punya analisis masalahyang membutuhkan intelgensia tinggi apalagi ketika harus menghadapi para tokoh2 berpengaruh di negeri ini dalam suatu wawancara.
Mutia Hafid
Fifi Aledya Yahya
Eva Juliati
Fessy Alwi
Kania Sutistawinata
Ira koesno
Rosiana silalahi tidak termasuk karena menurutku kurang cantik walaupun dia SMART, setidaknya mereka adalah sosok penyiar yang paling aku suka, dan yang jelas mereka menurutku adalah selebriti yang sebenarnya dibandingkan para artis yang hanya mengumbar sensasi.
Seperti sebuah harapan Rahma mengatakan sesuatu padaku :
“Kita pernah bertemu sebelumnya dan aku percaya padamu, namun apa yang kita lakukan waktu itu harus terputus saat itu, diucapkannya dengan mata kami saling bertatapan lekat.
Entah kenapa dari ucapannya yang aku pahami adalah pikiran mesum dan kamipun berpelukan serta berciuman dalam kehangatan nafsu. Semua telah terhempas ke lantai apa yang kami kenakan dan kami kian lupa diri. Sampai akhirnya pintu terbuka karena ada seseorang masuk ke dalam kamar ini. Aku yang berada di atas tubuhnya menengadahkan kepala dan aku tersentak karena aku mengenal sosok yang masuk kamar ini adalah IBU MEGAWATI SOEKARNO PUTRI calon presiden RI dengan memakai baju berwarna merah ornament batik hitam.
Refleksku langsung bekerja kututupi seluruh tubuh Rahma yang berada di bawah tubuhku, karena yang ada di kepalaku adalah bagaimana aku harus melindungi bahwa Rahma telah berbuat tidak senonoh denganku karena dia adalah public figure yang harus kujaga kehormatannya jangan sampai hancur reputasinya karena ketahuan melakukan skandal dengan diriku yang bukan siapa-siapa.
Bu Mega Nampak terkejut dan segera mengambil sesuatu barang yang mungkin menjadi menjadi tujuan utamanya masuk ke dalam kamar ini. Sejurus kemudian beliau berbalik langkah untuk keluar kamar yang sedikit membuatku sedikit berlega hati, namun apa yang terjadi, beliau berbalik badan dan menatapku dengan lekat. Tubuhku serasa dikuliti dengan pandangannya seperti seorang pesakitan menunggu putusan hakim. Aku hanya bisa memberikan kode agar Rahma diam berada di bawah tubuhku, saat beliau berjalan menghampiriku. Seluruh badanku lemas.
Bukannya kenikmatan dan kehangatan yang kuperoleh sekarang. Pandangan Bu mega menyelidik kearah wajah Rahma dan beliau terkejut menutup mulutnya menahan agar teriakan tidak keluar. Rahma hanya diam membisu tanpa gerakan. Segera kutarik selimut dan kulilitkan di tubuh telanjangku.
Dengan mengatupkan kdua telapak tanganku mengajukan permohonan seperti seorang anak meminta maaf dan belas kasihan kepada ibunya aku berkata “Bu ini, semua salah saya bukan salah dia jangan samapai namanya cemar aku sangat mencintainya dan aku akan menikahinya, jadi saya mohon jagan sebarkan ini, kasihanilah kami. Bu Mega tidak menjawab namun sorot matanya menunjukkan ketidak percayaan atas apa yang terjadi.
Tanpa kata Bu mega bergegas beranjak meninggalkan kami, Aku beranjak mengejarnya untuk merajuk meminta ampunan, namun kakiku tersangkut selimut dan aku terjatuh terjerembab yang membuatku terbangun dari mimpi.
Kepada Rahma Sarita saya meminta maaf bukan untuk melecehkan anda saya sangat menyukai anda dalam cerita mimpi saya ini.

Impian Kampus

Minggu 28 Juni 2009
Ruang Ok tempat tinggal ku untuk sementara
Selesai sholat dhuhur aku langsung tidur entar sore ada rencana mau jogging, sudah sekitar dua minggu ini aku tidak olah raga sore. The reason when I’m still hot to exercing to keep my body sheep. Setelah aku putar lagu kesayanganku dari suara merdunya Celine Dion “I surrender” aku terhempas tertidur.
Di taman rumput berbentuk persegi empat karena disisi kanan dan kiri terdapat bangunan bertingkat , serta seberang tempatku berdiri merupakan bangunan bertingkat khas bangunan kampus universitas.
Sementara batas dimana aku berdiri merupakan koridor dua lantai dengan tingkap penutup diatasnya. Aku berdiri di lantai dua. Pada tiap lantai bangunan yang berjumlah empat lantai terdapat teras sebagai koridor kurang lebih dengan lebar setengah meter, tempat dimana hilir mudik penghuni kampus beraktifitas.
Seseorang melintas di depanku dengan sikap acuh, itu hal biasa bila mahasiswa sedang mengejar asisten laboratoriumnya untuk sekedar minta tanda tangan sebagai pass tiket untuk masuk ke lab. Dari arah seberang koridor sosok cewek manis berkacamata, dengan ikatan rambut ekor kuda membawa tas jinjing, kalo menurutku seperti dandannya Marcella zalianty dalam film Soul mate modis dewasa dan gaya. Aku mengenalnya namun aku tak mengetahui siapa namanya.
“ Kamu ngapain di sini yu” aku dengar kamu di tehnik kimia sekarang sama si Tina, sapanya begitu dekat denganku. Dibetulkannya tas jinjingnya yang kurang lebih berisi laporan laporan kuliah.
“Aku lagi nunggu kabar pengumuman kampus jam 11 baru disampaikan, aku menjawab dengan mencoba mencuri pandang mengamati sosok indahnya.
Itu Tina lagi duduk di teras gedung, tengokan lehernya menunjuk arah seberang tempat kami berdiri pada cewek yang duduk di bibir lantai teras dengan mengayun-ayunkan kakinya karena tidak sampai menjejak tanah.
Aku merasa memang mengenalnya namun kapan dan dimana aku tidak tau, yang pasti aku merasa dekat dengannya, sosoknya aku kenal pasti.
OK, yu aku duluan lah, kabari kalo ada info, berlalu dia meninggalkanku.
Hati-hati, pesanku yang di tanggapi dengan mengangkat jempol tangannya tanpa menoleh.
Aku turun tangga menuju ke arah sosok Tina yang kukenal.
Belum terlontar kata dari mulutku saat aku dekat dengannya. Dering bunyi HP membangunkanku. Muncul pertanyaan SIAPA TINA ITU YAH.
AKU SERING MENGALAMI MIMPI DENGAN NAMA SESEORANG BAHKAN ORANG ITU TERKENAL YANG MAMPU MEMBERI INSPIRASI BUATKU UNTUK MAJU NAMUN KALO AKU TIDAK MENULIS MIMPIKU INI AKU BAKAL LUPA.