Minggu 28 Juni 2009
Ruang Ok tempat tinggal ku untuk sementara
Selesai sholat dhuhur aku langsung tidur entar sore ada rencana mau jogging, sudah sekitar dua minggu ini aku tidak olah raga sore. The reason when I’m still hot to exercing to keep my body sheep. Setelah aku putar lagu kesayanganku dari suara merdunya Celine Dion “I surrender” aku terhempas tertidur.
Di taman rumput berbentuk persegi empat karena disisi kanan dan kiri terdapat bangunan bertingkat , serta seberang tempatku berdiri merupakan bangunan bertingkat khas bangunan kampus universitas.
Sementara batas dimana aku berdiri merupakan koridor dua lantai dengan tingkap penutup diatasnya. Aku berdiri di lantai dua. Pada tiap lantai bangunan yang berjumlah empat lantai terdapat teras sebagai koridor kurang lebih dengan lebar setengah meter, tempat dimana hilir mudik penghuni kampus beraktifitas.
Seseorang melintas di depanku dengan sikap acuh, itu hal biasa bila mahasiswa sedang mengejar asisten laboratoriumnya untuk sekedar minta tanda tangan sebagai pass tiket untuk masuk ke lab. Dari arah seberang koridor sosok cewek manis berkacamata, dengan ikatan rambut ekor kuda membawa tas jinjing, kalo menurutku seperti dandannya Marcella zalianty dalam film Soul mate modis dewasa dan gaya. Aku mengenalnya namun aku tak mengetahui siapa namanya.
“ Kamu ngapain di sini yu” aku dengar kamu di tehnik kimia sekarang sama si Tina, sapanya begitu dekat denganku. Dibetulkannya tas jinjingnya yang kurang lebih berisi laporan laporan kuliah.
“Aku lagi nunggu kabar pengumuman kampus jam 11 baru disampaikan, aku menjawab dengan mencoba mencuri pandang mengamati sosok indahnya.
Itu Tina lagi duduk di teras gedung, tengokan lehernya menunjuk arah seberang tempat kami berdiri pada cewek yang duduk di bibir lantai teras dengan mengayun-ayunkan kakinya karena tidak sampai menjejak tanah.
Aku merasa memang mengenalnya namun kapan dan dimana aku tidak tau, yang pasti aku merasa dekat dengannya, sosoknya aku kenal pasti.
OK, yu aku duluan lah, kabari kalo ada info, berlalu dia meninggalkanku.
Hati-hati, pesanku yang di tanggapi dengan mengangkat jempol tangannya tanpa menoleh.
Aku turun tangga menuju ke arah sosok Tina yang kukenal.
Belum terlontar kata dari mulutku saat aku dekat dengannya. Dering bunyi HP membangunkanku. Muncul pertanyaan SIAPA TINA ITU YAH.
AKU SERING MENGALAMI MIMPI DENGAN NAMA SESEORANG BAHKAN ORANG ITU TERKENAL YANG MAMPU MEMBERI INSPIRASI BUATKU UNTUK MAJU NAMUN KALO AKU TIDAK MENULIS MIMPIKU INI AKU BAKAL LUPA.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar