DEJAVU MIMPI
Senin, 08 Mei 2009, jam 02.10
Beberapa tempat tidur berderet rapi pada suatu ruangan yang terhampar seperti aula. Semuanya beraturan mulai dari tatanan selimut, sprei sarung bantal rapi mmbungkus kasur busa. Permukaan kasur rata dan kencang, laksana uang koin akan terpantul melentik tatkala dihempaskan pada permukaannya.
Aku berada pada bagian tengah tempat tidur memandang sekeliling yang sepi tiada suara hanya desir angin yang menyeruak masuk melewati jendela dan pintu yang terbuka lebar memberikan kebebasan pada angin menerpa seluruh penjuru ruangan membawa kesegaran Oksigen dari hasil fotosintesis pohon cemara gunung di sisi perbukitan.
Kuraba sisi kanan pundakku yang terasa nyeri tatkala aku beranjak turun dari pembaringan tanpa kudasari ke arah mana aku akan berjalan. Aku disorientasi terhadap diriku sendiri,mungkin tanpa tau arah mata angin. Aku meringis kesakitan setelah kuraba permukaannya ternyata memar kebiruan berada disana. Kebocoron pembuluh darah perifer akibat rudakpaksa menyebabkan pendarahan bawah kulit dan terganggunya system sirkulasi menampakkan warna kebiruan di kulit dalam manifestasi memar.
Aku terekesiap ketika sebuah tangan mencengram setengah memijat memegang pundakku dari belakang. Aku terpekik perlahan dan terbangun dari mimpiku. Dejavu yang terjadi :
1. Aku pernah mengalami mimpi berada dalam barak, tapi itu terjadi ketika aku masih mahasiswa dalam barak itu aku bersama dengan orang-orang yang berdandan nyentrik seperti hendak tampil di pangggung. Dan aku merasa aku bahwa aku adalah seorang penyanyi yang cukup punya nama. berharap sekarang aku dapat memadukan dua unsure tersebut.
2. Aku selama 9 bulan 10 hari berada dalam barak lingkungan milter menjalani pendidikan dasar militer. Sekarang aku adalah seorang perwira TNI Angkatan Darat dengan pangkat Letnan Satu.
Aku merasa bahwa pernah berada dalam satu tempat yang sama pada suatu waktu mimpi yang berbeda namun pada kondisi yang dan keadaan yang berbeda yaitu sebagai orang militer dan pekerja seni. Aku berharap sekarang aku dapat memadukan dua unsure tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar